“Bai’at Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naq
Syabandiyyah”
Dilaksanakan
pada :
Hari
/ Tanggal : Minggu / 1
Januari 2017
Tempat : di Pondok
Pesantren Miftahul Huda / PonPes Gading Malang
Al
- Mursyid : Romo KH.
Abdurrahman Yahya
Waktu Pembekalan :
Ba’da Maghrib/Malam Sabtu, 30 Desember 2016 (di Madrasah Diniyah
Salafiyah “Dalailul Khoirot” Bago,
Tulungagung )
Waktu Pemberangkatan :
Malam Minggu, 31 Desember 2016 ( di Madrasah Diniyah Salafiyah “Dalailul
Khoirot” Bago, Tulungagung )
Waktu Pendaftaran :
8 Desember 2016 s/d 29 Desember 2016, bagi yang ingin mendaftar silahkan
langsung konfirmasi atau menghubungi nomor di bawah ini…
_____________________________________
Contact Person : Yogik (085790870556)
Usman (085755461591)
_____________________________________
Muqoddimah
Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang. Segala puji milik Allah yang telah memberikan pertolongan
menuju kemuliaan, pujian yang selaras dengan kebaikannya yang Maha Sempurna.
Kemudian sholawat dan salam semoga terlimpahkan atas Nabi Agung Muhammad SAW
yang terpilih, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.
Kepada kaum muslimin dan muslimah yang saya muliakan,
di zaman akhir ini, orang yang hendak suluk di jalan Allah, hendaknya
mengayunkan kakinya dengan hati-hati. Karena diantara thoriqoh-thoriqoh,
alirran-aliran dan berbagai macam paham yang ada, banyak sekali yang menyimpang dari wejangan para
masyayikh thoriqoh itu sendiri.
Sudah sangat jelas dawuh para ulama’ salaf,
sebagaimana termaktub di dalam kitab-kitab tasawuf :
“bahwa Thoriqoh para wali itu terikat oleh ketentuan
al kitab (al-Qur’an dan as-Sunnah).”
Namun kenapa sebagian salikin ada yang masih tergoda
untuk mengikuti aliran-aliran yang menyimpang dari syari’at? Sangat mustahil,
apabila mengarungi samudera thoriqoh tidak dengan meneti bahtera syari’at? Dan
bagaimana mungkin para pencari mutiara hakekat akan meninggalkan perahu syariatnya
di tengah-tengah gelombang yang mengganas? Niscaya ia akan tenggelam ditelan
ombak dan tidak pernah bisa kembali ke pulau keabadiaan.
Maka dari itulah para mursyid/guru thoriqoh dari
jami’iyyah ahli thoriqoh mu’tabaroh (silsilahnya sampai pada Nabi Muhammad SAW)
memberikan kemudahan bagi kita umat Islam yakni : walau kita belum sempurna
syariatnya/ilmu ibadah lahir, juga boleh ikut thoriqoh, syaratnya apabila kita
sudah bai’at/janji mengamalkan dzikir pada mursyid dari jami’iyyah ahli
thoriqoh mu’tabaroh, kita harus belajar ilmu syari’at dengan sungguh-sungguh.
(Penulis)
Fatwa Menteri Agama
Ing ngandap meniko
nerangaken amanah-amanahipun menteri agami wonten ing muktamar ingkang kaping
sepindah. Poro ulama ahli thoriqoh al-mu’tabaroh wonten ing Magelang.
Panjenenganipun ngendiko utawi nganjuraken kirang langkung mekaten :
Ulama ahli thoriqoh meniko
tiyan engkang masih bersih pramilo menteri nggadahi pengajeng ajeng supados
kawontenanipun negari kito engkang masyarakatipun sampun katah ingkang kalebetan
penyakit risaking budi pekerti meniko kersoho ulama ahli thoiqoh tumut
mikiraken sinaoso namung kelawan dongo. Mugi-mugi kerisaken batin meniko enggal
ical sangking bumi kito Indonesia.
- Para maos, milane para ulama’ meniko andamel ikatan jami’iyyah Ahli Thoriqoh al-muktabaroh, kraten jasa-jasanipun ulama ahli Thoriqoh meniko agung sanget wonten ing tengah-tengahipun masyarakat. Pancen sejatosipun ulama ahli Thoriqoh meniko soal kerohanianipun langkung ageng soho kiyat kangge bentengipun negeri kito. Kranten sinaoso kados pundi kemawon kemajuanipun perjuangan batin kito piyambak-piyambak, ngelawan pikajenganipun hawa nafsu soho syetan-syetan mboten badhe saget hasil perjuangan dhohir kito. Sak umpami hasil jihat dhohiripun, ananging hakikatipun mboten pikantuk ridhonipun Allah, yakni wonten akhirot kito takseh bakal pikantuk pasiksan, ing mongko tumrap kito tiyang Islam meniko ingkang perlu pados ridhonipun gusti Allah donyo akhirat.
- Para maos, pancen lumrahipun tiyang meniko menawi sampun bai’at thoriqoh muktabaroh, katah-katahipun akhlak meniko maleh sae tambah khudu’ soho tawadhu’ipun dhateng Allah soho dateng para sesepuh soho dhateng para pemimpin-pemimpin Islam soho ical takaburipun, tansah welah asih dhateng sesami soho maleh tunduk dhateng poro masyayikh/guru-guru meniko 100 persen. Sehinggo, murid-murid sangking jami’iyyah ahli thoriqoh muktabaroh kalawau dados keluarga negari ingkang tekun mituhu tunduk dhateng pemerintah saklintunipun perintah maksiyat.
1.
Ilmu Thoriqoh (Ilmu Tasawuf)
- Adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui tingkah laku nafsu dan sifat-sifatnya hati, yang mana yang tercela menurut syara’ lalu dijauhi dan mana yang terpuji menurut syara’ lalu dilaksanakan.
2.
Tujuan Melaksanakan Ilmu Thoriqoh
- Yaitu : mendekatkan dan mencari ridho Allah SWT.
3.
Buah/hasil melaksanakan Ilmu Thoriqoh (dari kitab
al-futuhaturrobaniyah shohifah 5)
Yakni
:
- Bisa sampai pada meniadakan hati dari sifat-sifat selain Allah.
- Menghiasi hati dengan dzikir / ingat kepada Allah.
- Menghiasi hati dengan muqorrobah / dekat kepada Allah.
- Menghiasi hati dengan mahhabah / cinta kepada Allah.
- Menghiasi hati dengan musyahadah / menyaksikan Allah.
4.
Hukumnya orang yang tidak mau minta bai’at / janji
Thoriqoh pada Guru Mursyid:
- Menurut keputusan muktamar jami’iyyah Thoriqoh Mu’tabaroh di Tegal Rejo Magelang. Hukumnya Haram bila orang tersebut tidak bisa membersihkan hatinya dari sifat-sifat tercela.
- Menurut syara’ seperti menuruti ajakan syaitan atau kehendak hawa nafsu.
5.
Hukumnya Belajar Ilmu Thoriqoh
- Jika belajarnya Ilmu Thoriqoh karena perlu untuk membersihkan hati dari sifat-sifat yang tercela, menurut syara’ => maka hukumnya fardhu ‘ain/wajib, bagi tiap-tiap orang mukallaf.
6.
Hukumannya Bai’at/janji Murid/salik pada Guru Mursyid
- Hukum Bai’at Murid pada guru mursyid adalah sunnah Nabawiyyah/sunnah kenabian.
7.
Hukumnya melaksanakan dzikir Thoriqoh setelah dibai’at
Guru Mursyid
- Hukumnya melaksanakan dzikir Thoriqoh setelah bai’at adalah Wajib.
8.
Hubungan Syari’at Dengan Hakikat
- Dalam kitab salalimul fudhola’ ‘ala thoriqi auliya’ dijelaskan bahwa :
“Barang siapa mengetahui/’alim syari’at dan tidak
mengerti hakikat maka dia telah menjadi fasiq dan barang siapa yang ‘alim
hakikat dan tidak mengerti syari’at maka dia telah menjadi kafir zindiz”
- Al-‘arif billaah Syech KH.Muhammad Yahya mengatakan :
“Sealim apapun seseorang bila belum ikut Thoriqoh
nilainya separuh.”
9.
Catatan Penting
- Thoriqoh yang tergabung dalam jami’iyyah ahli Thoriqoh Mu’tabaroh An Nahdliyah. Terdapat 45 Thoriqoh Mu’tabaroh An Nahdliyah :
- Rumiyah
- Rifa’iyah
- Sa’diyyah
- Bakriyyah
- Justiyyah
- Umariyyah
- Alawaiyyah
- Abbasiyyah
- Zainiyyah
- Dasuqiyyah
- Akbariyyah
- Bayumiyyah
- Malamiyyah
- Ghoibiyyah
- Tijaniyyah
- Uwaisiyyah
- Idrissiyah
- Samaniyyah
- Buhuriyyah
- Usyaqiyyah
- Kubrowiyyah
- Maulawiyyah
- Jalawiyyah
- Baeruniyyah
- Ghazaliyyah
- Hamzawiyyah
- Haddadiyyah
- Matlubiyyah
- Sumbuliyyah
- Idrusiyyah
- Utsmaniyyah
- Syadziliyyah (di Tulungagung banyak pengikutnya)
- Sya’baniyyah
- Kalsyaniyyah
- Khalidiyyah (di Tulungagung banyak pengikutnya )
- Syathoriyyah
- Khalwatiyyah
- Bakdasyiyyah
- Suhrowardiyyah
- Ahmadiyyah, dari Syeh Ahmad Badawi
- Isawiyyah
- Ghorbiyyah
- Turuqi Akabiril Auliya
- Qodiriyyah wa naq Sabandiyyah (di Tulungagung banyak pengikutnya)
- Mulazamatil Qur’an was Sunnah wa dalailil Khoiroti wa ta’alimi fathil qoribi au kifayatil awami
10. Dasar Hukum Thoriqoh
a. Firman Allah dalam
al-Qur’anul Karim Surat Al-Jin ayat 16 berkenaan dengan Thoriqoh.
Artinya : “Dan
bahwa jika mereka tetap (istiqomah) menempuh jalan itu (thoriqoh), sesungguhnya
akan kami berikan rizki/rahmat yang berlimpah-limpah.”
b. Pertanyaan Ali bin Abi
Tholib kepada Rosululloh SAW :
Artinya : “Ali
bin Abi Tholib berkata : saya bertanya : wahai Rosululloh, manakah thoriqoh
yang sedekat-dekatnya mencapai Tuhan ? Rosululloh SAW bersabda : “(Tidak lain)
adalah dzikir kepada Allah.”
11. Untuk menggambarkan hakekat
kehidupan, menata hati dan sikap kepada ulama’, maka Al-‘Arif billaah Syeh KH.
Muhammad Yahya Gading Pesantren Malang, menggubah sebuah syair berikut ini :
Artinya :
“Hendaklah semua orang Islam takut (taqwa kepada Allah
SWT). Jangan sekali-kali berani menentang kepada ulama’ terdahulu. Ingatlah
siska neraka, jangan memburu tahta/jabatan dan dunia. Sesungguhnya ulama’
mengajak sekalian manusia, agar di dunia selamat dan di akhirat masuk surga.
Siksa neraka sangatlah panas yaitu siksa bagi mereka sendiri.
Orang yang lari dari ulama’ berarti melawan hukum
syara’. Sungguh beruntung orang yang selalu mengikuti arahan ulama’ di jaman
akhir ini untuk memerangi syetan, menguatkan iman dan ketika maut menjelang
dalam keadaan mengingat Allah. Hatinya tiada henti mengucap lafadz Allah,
karena selalu mengingat Allah. Syetan menjadi kalah, karena ingat kepada
Allah. Itulah yang disebut Khusnul Khotimah. Karena itu, guru Mursyid janganlah
diingkari. Karena gurumu itulah yang mengajarimu berdzikir. Bila saat ruh
dicabut, dzikir hilang melayang, maka syetan akan datang dan iman pun melayang.
Na’udzubillahi min dzalik.
(Keterangan-keterangan di atas dari kitab Miftahul
Jannah)
12. Rintangan-Rintangan/
Hambatan-Hambatan Bagi Orang Yang Akan Berthoriqoh
- Beranggapan usianya masih muda (menunggu usia tua untuk berthoriqoh)
Pendapat di atas tidak beralasan. Menurut Al-‘Arif
Billaah Syeh KH. Muhammad Yahya:
“Setiap orang
(tua-muda) membutuhkan tasawuf. Yang tergolong tua adalah ilmu tasawufnya,
bukan pengamalnya.”
- Masih repot/sibuk dan tidak ada waktu untuk berthoriqoh
Pendapat ini juga tidak beralasan karena di antara
thoriqoh mu’tabaroh ada yang amalannya mudah dan lentur seperti : thoriqoh
qodiriyyah, syadziliyyah. Dan tidak mengharuskan suluk di pondok 40 hari.
Bahkan ada yang 1 hari pulang, ada yang 3 hari, dst.
klik untuk mendownload File Bai'at Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naq Syabandiyyah
klik untuk mendownload File Bai'at Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naq Syabandiyyah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar