BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Kompetensi (competence), menurut Hall dan Jones yaitu pernyataan yang menggambarkan
penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perbaduan
antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur. Selanjutnya
Richards menyebutkan bahwa istilah kompetensi mengacu kepada perilaku yang
dapat diamati, yang diperlukan untuk menuntaskan kegiatan sehari-hari.
Kompetensi diartikan sebagai suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau
kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun kuantitatif. Kompetensi
didefinisikan sebagai kewenangan (memutuskan sesuatu). Ada juga yang mengatakan
bahwa “kompetensi atau secara umum diartikan sebagai kemampuan dapat bersifat
mental maupun fisik.”
Kompetensi merupakan kemampuan dan kewanangan guru dalam melaksanakan
profesi keguruannya. Bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan melaksanakan
sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan, kompetensi merujuk kepada performance
dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi verifikasi tertentu di dalam
pelaksanaan tugas-tugas kependidikan.[1]
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana Jenis-jenis kompetensi ?
2. Bagaimana kompetensi al-Qur’an Hadits tingkat
MTs ?
3. Bagaimana kompetensi al-Quran Hadits tingkat MA
?
C.
Tujuan Pembahasan Masalah
1.
Untuk mengetahui Jenis-jenis kompetensi.
2.
Untuk mengetahui kompetensi al-Qur’an Hadits tingkat MTs.
3.
Untuk mengetahui kompetensi al-Quran Hadits tingkat MA.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Jenis-jenis Kompetensi
Kompetensi diartikan sebagai suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau
kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun kuantitatif.
Kompetensi didefinisikan sebagai kewenangan. Ada juga yang mengatakan bahwa
“kompetensi atau secara umum diartikan sebagai kemampuan dapat bersifat mental
maupun fisik.”
1. Kompetensi Guru
Sesuai dengan Undang-Undang Peraturan Pemerintah. No14 tahun 2005 pada
pasal 8 mengatakan tentang kompetensi seorang guru. Ada 4 kompetensi dasar yang
harus dimiliki oleh seorang guru, antara lain: kompetensi kepribadian,
kompetensi pedagogik, kompetensi professional, dan kompetensi sosial.[2]
Dalam penjabaran lain ke-4 kompetensi guru di atas dijabarkan sebagai
berikut:
a. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan dalam mengelola pembelajaran
peserta didik, yang meliputi:
a)
pemahaman peserta didik,
b)
perancang dan pelaksanaan pembelajaran,
c)
evaluasi pembelajaran dan,
d) pengembangan peserta
didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilikinya.
Kompetensi pedagogik
yaitu kemampuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik.
Selain itu kemampuan pedagogik juga ditunjukkan dalam membantu, membimbing dan
memimpin peserta didik.[3]
Berdasarkan pengertian
seperti tersebut di atas maka yang dimaksud dengan pedagogik adalah ilmu
tentang pendidikan anak yang ruang lingkupnya terbatas pada interaksi edukatif
antara pendidik dengan siswa. Dapat pula diartikan kompetensi
pedagaogik adalah sejumlah kemampuan guru yang berkaitan dengan ilmu dan seni
mengajar siswa.
Berdasarkan beberapa
pengertian seperti di atas dengan kompetensi pedagogik maka guru mempunyai
kemampuan-kemampuan sebagai berikut:[4]
a) Mengaktualisasikan
landasan mengajar,
b) Pemahaman terhadap
peserta didik,
c) Menguasai ilmu
mengajar (didaktik metodik),
d) Menguasai teori
motivasi,
e) Mengenali lingkungan
masyarakat,
f) Menguasai penyusunan
kurikulum,
g) Menguasai teknik
penyusunan RPP,
h) Menguasai pengetahuan
evaluasi pembelajaran, dan lain-lain.
Jadi, dari keseluruhan
pengertian tadi dapat kami simpulkan bahwa kompetensi pedagogik adalah cara
guru dalam mengajar dan mengatur sistem pembelajaran di kelas dengan menjalin
interaksi yang baik terhadap peserta didik.
b. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku
pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga
terpancar dalam perilaku sehari-hari. Dalam hal ini berarti memiliki kepribadian
yang pantas diteladani, mampu melaksanakan kepemimpinan seperti yang
dikemukakan Ki Hajar Dewantara, yaitu “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya
Mangun Karsa. Tut Wuri Handayani”. Dengan kompetensi kepribadian maka guru
akan menjadi contoh dan teladan, serta membangkitkan motivasi belajar siswa.
Oleh karena itu, seorang guru dituntut melalui sikap dan perbuatan menjadikan
dirinya sebagai panutan dan ikutan orang-orang yang dipimpinnya.
Jadi, kompetensi
kepribadian secara ringkas bagi seorang guru ialah sikap dan tingkah laku yang
baik, patut untuk diteladani dan menjadi cerminan untuk peserta didik, mampu
mengembangkan potensi dalam diri, serta yang paling utama bagi seorang guru yang berkepribadian yaitu bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, mematuhi norma agama, hukum dan sosial yang berlaku.
c. Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan
peserta didik, sesama pendidik/tenaga kependidikan lain, orang tua/wali peserta
didik dan masyarakat sekitar.[5]
Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab
sebagai guru kepada siswa, orang tua, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya.
Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya, mengelola
dirinya, mengendalikan dirinya, dan menghargai serta mengembangkan dirinya. Tanggung
jawab sosial diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai
bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan
berinteraksi sosial. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaan
berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang
tugas-tugasnya. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui
penampilan guru sebagai makhluk beragama yang perilakunya senantiasa tidak
menyimpang dari norma agama dan norma moral.
Dalam pengertian lain, terdapat kriteria lain kompetensi yang harus
dimiliki oleh seorang guru. Dalam kompetensi ini seorang guru harus mampu:[6]
1) Bersikap inklusif,
bertindak objektif serta tidak diskriminatif, karena pertimbangan jenis kelamin,
agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi.
2) Berkomunikasi secara
efektif, simpatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orang tua dan masyarakat.
3) Beradaptasi di tempat
bertugas diseluruh wilayah republik Indonesia.
4) Berkomunikasi dengan
komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk
lain.
Jadi, sebagai guru
yang baik dan profesional itu tidak hanya mampu berkomunikasi dengan lingkungan
kelas dan sekolah tetapi juga bisa berhubungan baik dengan masyarakat sekitar,
bisa menjadi sumber ilmu bagi masyarakat dan memberikan kontribusi yang positif
d. Kompetensi Profesional
Guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan
untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Kompetensi di sini meliputi
pengetahuan, sikap, dan keterampilan profesional, baik yang bersifat pribadi,
sosial, maupun akademis. Kompetensi profesional merupakan salah satu kemampuan
dasar yang harus dimiliki seseorang guru. Dalam Peraturan Pemerintah No 19
tahun 2005, pada pasal 28 ayat 3 yang dimaksud dengan kompetensi profesional
adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang
memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.[7]
Kemampuan
dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang
memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi.
Kompetensi professional guru merupakan kompetensi yang menggambarkan kemampuan
khusus yang sadar dan terarah kepada tujuan-tujuan tertentu.[8]
Adapun dalam kompetensi ini seorang guru hendaknya mampu untuk:[9]
a) Menguasai materi,
struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang
ditempuh.
b) Menguasai standar
kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang ditempuh.
c) Mengembangkan materi
pembelajaran yang diampu secara kreatif.
d) Memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Dengan kata lain
pengertian guru profesional adalah orang yang punya kemampuan dan keahlian
khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya
sebagai guru. Guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih serta
punya pengalaman bidang keguruan. Seorang guru profesional dituntut dengan
sejumlah persyaratan minimal antara lain; memiliki kualifikasi pendidikan
profesi yang memadai, memiliki kompetensi kemampuan berkomunikasi dengan
siswanya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempunyai etos kerja dan
komitmen tinggi terhadap profesinya dan selalu melakukan pengembangan diri
secara terus-menerus (continous improvement) melalui organisasi profesi,
buku, seminar, dan semacamnya.
2.
Kompetensi Peserta Didik
a.
Kompetensi Kognitif
Kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek
intelektual atau berpikir/nalar. Di dalamnya mencakup pengetahuan (knowledge),
pemahaman (comprehension), penerapan (application), penguraian (analyze),
pemaduan (synthesis), dan penilaian (evaluation).[10] Menurut Taksonomi Bloom sebagaimana dikutip Mimin Haryati,
kemampuan kognitif adalah kemampuan berfikir secara hirarkis yang terdiri dari
pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.[11]
Pada tingkat
pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hapalan saja. Pada
tingkat pemahaman peserta didik dituntut untuk menyatakan masalah dengan
kata-katanya sendiri, memberi contoh suatu konsep atau prinsip. Pada tingkat
aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam
situasi yang baru. Pada tingkat analisis, peserta didik diminta untuk
menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan
fakta dan pendapat serta menemukan hubungan sebab akibat. Pada tingkat
sintesis, peserta didik dituntut untuk menghasilkan suatu cerita, komposisi,
hipotesis atau teorinya sendiri dan mensintesiskan pengetahuannya. Pada tingkat
evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi seperti bukti, sejarah, editorial,
teori yang termasuk di dalamnya judgement terhadap hasil analisis untuk membuat
kebijakan.[12]
b. Kompetensi Afektif
Kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek
emosional seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan
sebagainya. Di dalamnya mencakup penerimaan (receiving/attending), sambutan (responding), tata nilai (valuing),
pengorganisasian (organization), dan karakterisasi (characterization).[13] Dalam aspek ini peserta didik dinilai sejauh mana
ia mampu menginternalisasikan nilai-nilai pembelajaran ke dalam dirinya. Aspek
afektif ini erat kaitannya dengan tata nilai dan konsep diri. Dalam mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam, aqidah akhlak merupakan salah satu pelajaran
yang tidak terpisahkan dari domain/aspek afektif.
c. Kompetensi Psikomotorik
Kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek
keterampilan yang melibatkann fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular
system) dan berfungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari kesiapan (set),
peniruan (imitation), membiasakan (habitual), menyesuaikan (adaptation),
dan menciptakan (origination).[14]
Ketika peserta didik telah memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai
mata pelajaran dalam dirinya, maka tahap selanjutnya ialah bagaimana peserta
didik mampu mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari melalui
perbuatan atau tindakan.
Pengukuran karakteristik (gerak) dalam ranah psikomotor dilakukan terhadap
proses maupun hasil belajar yang berupa tampilan perilaku atau kinerja. Dalam
hal ini kita bisa menggunakan kriteria atau prinsip-prinsip : kecermatan,
inderawi, kreatif, efektif. Menurut Antony J. Nitko (1994) untuk mengukur gerak
motorik ada dua pendekatan:
(1) Pengamatan dan
pengukuran pada saat proses berlangsung;
(2) Pengamatan dan pengukuran
pada hasil dari gerakan motorik. Pendekatan pengukuran proses memerlukan
kecermatan dan konsentrasi serta waktu yang relatif lama. Sementara pengukuran
dengan pendekatan hasil relatif lebih mudah mengamatinya. Pengukuran
karakteristik psikomotor yang baik adalah menggunakan dua pendekatan tersebut.
B.
Kompetensi
al-Qur'an
Hadits MTs
MTs Kelas
VII Semester Ganjil
|
STANDAR KOMPETENSI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1.
Menerapkan
kaidah ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur’an
|
1.1 Menjelaskan makhrijul
huruf, alif lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin.
1.2 Membedakan makharijul huruf, alif lam
syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin.
1.3 Mendemonstrasikan alif lam syamsiyah
dan qomariyah, nun sukun dan tanwin dalam bacaan Al-Qur’an
|
MTs Kelas VII Semester
Genap
|
STANDAR KOMPETENSI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1. Memahami ayat Al-Qur’an dan
Hadits tentang akhlak terhadap Ibu Bapak dan sesama manusia serta perintah
bertaqwa.
|
1.1 Menjelaskan cara berakhlak
kepada Ibu Bapak dan sesama manusia.
1.2
Menunjukkan
perilaku berakhlak kepada Ibu Bapak dan sesama manusia.
|
|
2. Memahami ayat Al-Qur’an dan
al-Hadits tentang perintah bertaqwa dan berakhlak sesama manusia.
|
2.1 Menjelaskan perintah bertaqwa dan
berakhlak sesama manusia.
2.2 Menunjukkan perilaku bertaqwa
dan berakhlak kepada sesama manusia.
|
|
3. Menerapkan ilmu tajwid dalam
bacaan Al-Qur’an.
|
3.1 Menjelaskan pengertian qalqalah dan waqaf.
3.2 Membedakan qalqalah dan waqaf.
3.3 Mendemonstrasikan qalqalah dan
waqaf dalam bacaan Al-Qur’an
|
MTs Kelas VIII Semester Ganjil
|
STANDAR KOMPETENSI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1. Memahami sejarah turunnya Al-Qur’an
2. Memahami arti Hadits dan
macam-macamnya.
3.
Memahami
ayat Al-Qur’an tentang persatuan dan persaudaraan.
4. Memahami Hadits tentang meyakini
kebenaran Islam dan istiqomah
5.
Menerapkan
ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur”an.
|
1.1 Menjelaskan Pengertian
Al-Qur’an.
1.2 Menjelaskan masa/periode di turunkannya
Al-Qur’an.
1.3 Menjelaskan cara turunkannya Al-Qur’an
1.4 Menjelaskan nama-nama Al-Qur’an
2.1 Menjelaskan pengertian Hadits.
2.2 Menjelaskan macam-macam Hadits
2.3 Membedakan Hadits dan
macam-macamnya.
3.1 Menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an
dan Hadits tentang persatuan dan persaudaraan.
3.2 Menunjukkan sikap persatuan dan
persaudaraan
4.1 Menjelaskan
Hadits tentang kebenaran Islam dan Istiqomah.
4.2 Menunjukkan sikap meyakinikebenaran
Islam dan Istiqomah.
5.1 Menjelaskan hukum bacaan mim sukun, ra
dan lam.
5.2 Membedakan hukum bacaan mim sukun, ra
dan lam.
5.3 Mendemonstrasikan hukum bacaan mim
sukun, ra dan lam.
|
MTs Kelas
VIII, Semester Genap
|
STANDAR KOMPETENSI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1. Memahami ayat
Al-Qur’an tentang syetan sebagai musuh manusia
|
1.1 Menjelaskan ayat
Al-Qur’an tentang syetan sebagai musuh manusia
1.2 Menunjukan sikap menghindari
prilaku setan
|
|
2. Memahami ayat Al-Qur’an
tentang berlaku dermawan.
|
2.1 Menjelaskana ayat
Al-Qur’an tentang berlaku dermawan.
2.2 Menunjukan sikap berlaku
dermawan
|
|
3. Menerapkan ilmu tajwid dalam
bacaan Al-Qur’an
|
3.1 Menjelaskan hukum mad
3.2 Membedakan contoh-contoh bacaan
mad
3.3 Mempraktekan bacaan mad dalam
Al-Qur’an
|
|
4. Mengamalkan hadits tentang cinta
kepada Allah dan Rasul.
|
4.1 Menjelaskan tentang cinta
kepada Allah dan Rasul
4.2
Menunjukan
sikap cinta kepada Allah dan Rasul
|
MTs
Kelas IX Semester Ganjil
|
STANDAR KOMPETENSI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1. Memahami ayat
Al-Qur’an tentang semangat keilmuan.
|
1.1 Menjelaskan ayat Al-Qur’an
tentang semangat keilmuan
1.2 Menunjukan sikap semangat
keilmuan
|
|
2. Mengamalkan ayat dan hadits
tentang makanan yang halal dan baik.
|
2.1 Menjelaskan ayat dan hadits
tentang makanan yang halal dan baik
2.2 Membiasakan makan makanan yang
halal dan baik
|
|
3. Memahami hadits tentang perintah
menuntut ilmu dan keutamaan orang yang berilmu
|
3.1 Menjelaskan hadits tentang
perintah menuntut ilmu.
3.2 Menguasai hadits tentang
perintah menuntut ilmu secara lisan dan tertulis.
3.3 Menunjukan perilaku gemar belajar
|
MTs Kelas IX Semester Genap
|
STANDAR KOMPETENSI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1. Memahami ayat Al-Qur’an
tentang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan.
2. Memahami ayat Al-Qur’an
tentang sikap konsekuen dan jujur.
3. Mengamalkan hadits tentang taat
kepada Allah, Rasul dan Pemerintah
|
1.1 Menjelaskan ayat
Al-Qur’an tentang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan.
1.2 Menunjukan sikap sabar dan tabah
menghadapi cobaan
2.1 Menjelaskan
ayat Al-Qur’an tentang sikap konsekuen dan jujur
2.2 Menunjukan
sikap konsekuen dan jujur.
3.1 Menjelaskan hadits tentang taat
kepada Allah, Rasul dan Pemerintah.
3.2 Menunjukan sikap taat kepada
Allah, Rasul dan Pemerintah.
|
C.
Kompetensi al-Qur’an Hadits MA
MA Kelas X
Semester Ganjil
|
STANDAR KOMPETENSI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1.
Memahami
pengertian al-Qur’an dan bukti keotentikannya
|
1.1 Menjelaskan pengertian al-Qur’an
menurut para ahli
1.2
Membuktikan keotentikan al-Qur’an ditinjau
dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya, dan sejarahnya.
1.3
Menunjukkan
prilaku orang yang meyakini kebenaran al-Qur’an
|
|
2. Memahami isi pokok ajaran al-Qur’an
|
2.1 Mengidentifikasi isi pokok ajaran
al-Qur’an
2.2 Menunjukkan
ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an
2.3 Menjelaskan
kandungan ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an
2.4 Menerapkan kandungan ayat yang terkait
dengan isi pokok ajaran al-Qur’an
|
|
3.
Memahami
fungsi al-Qur’an dalam kehidupan
|
3.1 Mendeskripsikan
fungsi al-Qur’an
3.2 Menunjukkan
perilaku orang yang menfungsikan al-Qur’an
3.3 Menerapkan fungsi al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari
|
|
4.
Memahami
cara-cara mencari surat dan ayat dalam al-Qur’an
|
4.1 Menunjukkan
kitab-kitab yang berhubungan dengan cara-cara mencari surat dan ayat dalam
al-Qur’an
4.2 Menerapkan cara-cara mencari surat dan ayat dalam
al-Qur’an
|
|
5.
Memahami
ayat-ayat al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi
|
5.1 Mengartikan QS al-Mu’minuun:12-14;
QS al-Nahl:78; QS al-Baqarah:30 dan QS adz-Dzaariyat: 56
5.2 Menjelaskan kandungan
QS al-Mu’minuun:12-14; QS al-Nahl:78; QS al-Baqarah:30
dan QS adz-Dzaariyat: 56
5.3 Menerapkan perilaku sebagai hamba Allah dan
khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS al-Mu’minuun:12-14; QS an-Nahl:78;
QSal-Baqarah:30 dan QS adz-Dzaariyat: 56
|
MA Kelas X
Semester Genap
|
STANDAR KOMPETENSI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1. Memahami istilah-istilah Hadits
|
1.1
Mendefinisikan
pengertian hadits, sunnah,
khabar, atsar dan hadits qudsi.
1.2
Membandingkan
pengertian hadits, sunnah,
khabar, atsar dan hadis qudsi
1.3 Menerapkan pengertian hadis, sunnah (sunnah
qauliyah, sunnah fi’liyah dan sunnah taqririyah), khabar, atsar
dan hadis qudsi
|
|
2.
Memahami
sanad dan matan Hadits
|
2.1 Menjelaskan
pengertian sanad dan matan.
2.2 Menerapkan
pengertian sanad dan matan dalam Hadits.
|
|
3.
Mendeskripsikan
fungsi hadis terhadap al-Qur’an
|
3.1 Menjelaskan fungsi hadis terhadap al-Qur’an
3.2 Menunjukkan
contoh fungsi hadis terhadap al-Qur’an.
3.3 Menerapkan fungsi hadis terhadap al-Qur’an.
|
|
4.
Memahami
pembagian hadis dari segi kuantitas dan kualitasnya.
|
4.1 Menjelaskan pembagian hadis dari segi kuantitasnya.
4.2 Menjelaskan pembagian hadis dari
segi kualitasnya
|
|
5.
Memahami
ayat-ayat al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah
|
5.1 Mengartikan QS al-An’aam: 162-163; QS al-Bayyinah:
5 dan hadis tentang keikhlasan dalam beribadah
5.2 Menjelaskan kandungan QS al-An’aam: 162-163; QS al-Bayyinah:
5 dan hadis tentang keikhlasan dalam beribadah
|
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Kompetensi Guru antara lain Kompetensi
Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi
Sosial. Sedangkan kompetensi peserta didik meliputi
kompetensi kognitif, kompetensi afektif, kompetensi psikomotorik.
2. Standar kompetensi al-Qur'an Hadits MTs salah satunya ialah menerapkan
kaidah ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur’an
antara lain; Menjelaskan makhrijul huruf, alif
lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin;
Membedakan
makharijul huruf, alif lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin;Mendemonstrasikan alif
lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin dalam bacaan Al-Qur’an
3.
Standar kompetensi al-Qur’an Hadits MA salah satunya ialah memahami pengertian al-Qur’an dan bukti
keotentikannya antara lain; menjelaskan
pengertian al-Qur’an menurut para ahli; membuktikan keotentikan
al-Qur’an ditinjau dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya, dan
sejarahnya; menunjukkan prilaku orang yang
meyakini kebenaran al-Qur’an
B. Saran
1.
Bagi peserta
didik seyogyanya mampu mengembangkan ilmu yang telah dimiliki dengan baik dan
mengamalkanya dalam kehidupan sehari hari.
2.
Bagi pendidik
seharusnya mampu mengajarkan tentang bab yang dibahas dalam makalah ini kepada
peserta didik agar mereka bisa memahami tentang “standar
kompentensi al-qur'an hadits yang harus dimiliki peserta didik”
3.
Bagi pembaca
hendaknya mampu memahami isi makalah
ini supaya dapat bermanfaat dalam masyarakat.
DAFTAR RUJUKAN
Haryati, Mimin. Model
Dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009.
Hawi, Akmal. Kompetensi Guru PAI, Palembang: Rafah Press,
2010.
Muchlis
Solichin, Mohammad. Psikologi
Belajar: Aplikasi Teori-Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran, Yogyakarta:
Suka Press, 2012.
Mulyasa, E. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2007.
Muslich, Masnur. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual: Panduan Bagi
Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah, Jakarta:
Bumi Aksara, 2007.
Wahyudi, Imam. Panduan
Lengkap Uji Sertifikasi Guru, Jakarta: PT
Prestasi Pustakatya, 2012.
SUMBER INTERNET :
http://alwafaalmuttaqiin.blogspot.co.id/2012/11/skkd-al-quran-hadits-kelas-x-aliyah.html diakses pada tanggal 29/03/2016 Pkl.11.00 wib.
http://berbagi-makalah.blogspot.com/2011/02/penilaian-kognitif-afektif-dan.html diakses pada tanggal 29/03/2016 Pkl.11.00 wib.
http://amdayhary.blogspot.com/2014/01/makalah-jenis-jenis-kompetensi.html diakses pada tanggal 23/03/2016 Pkl.10.20 wib.
[2] Imam Wahyudi, Panduan Lengkap Uji
Sertifikasi Guru, Jakarta: PT
Prestasi Pustakatya, 2012, hlm. 18.
[7] http://amdayhary.blogspot.com/2014/01/makalah-jenis-jenis-kompetensi.html diakses
pada tanggal 23/03/2016 Pkl.10.20 wib.
[10] Mohammad Muchlis Solichin. Psikologi Belajar: Aplikasi Teori-Teori
Belajar Dalam Proses Pembelajaran, Yogyakarta: Suka Press, 2012, hlm. 86-87.
[12] Mimin Haryati. Model Dan Teknik
Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009, hlm. 33.
[13] Mohammad Muchlis Solichin. Psikologi
Belajar: Aplikasi Teori-Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran,… 2012, hlm. 87.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar