Rabu, 08 Juni 2016

Standar Kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Kompetensi (competence), menurut Hall dan Jones  yaitu pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perbaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur. Selanjutnya Richards menyebutkan bahwa istilah kompetensi mengacu kepada perilaku yang dapat diamati, yang diperlukan untuk menuntaskan kegiatan sehari-hari.
Kompetensi diartikan sebagai suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun kuantitatif. Kompetensi didefinisikan sebagai kewenangan (memutuskan sesuatu). Ada juga yang mengatakan bahwa “kompetensi atau secara umum diartikan sebagai kemampuan dapat bersifat mental maupun fisik.”
Kompetensi merupakan kemampuan dan kewanangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan, kompetensi merujuk kepada performance dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi verifikasi tertentu di dalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan.[1]

B.       Rumusan Masalah
1.    Bagaimana Jenis-jenis kompetensi ?
2.    Bagaimana kompetensi al-Qur’an Hadits tingkat MTs ?
3.    Bagaimana kompetensi al-Quran Hadits tingkat MA ?

C.      Tujuan Pembahasan Masalah
1.    Untuk mengetahui Jenis-jenis kompetensi.
2.    Untuk mengetahui kompetensi al-Qur’an Hadits tingkat MTs.
3.    Untuk mengetahui kompetensi al-Quran Hadits tingkat MA.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Jenis-jenis Kompetensi
Kompetensi diartikan sebagai suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang, baik yang kualitatif maupun kuantitatif. Kompetensi didefinisikan sebagai kewenangan. Ada juga yang mengatakan bahwa “kompetensi atau secara umum diartikan sebagai kemampuan dapat bersifat mental maupun fisik.”
1.      Kompetensi Guru
Sesuai dengan Undang-Undang Peraturan Pemerintah. No14 tahun 2005 pada pasal 8 mengatakan tentang kompetensi seorang guru. Ada 4 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru, antara lain: kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi professional, dan kompetensi sosial.[2]
Dalam penjabaran lain ke-4 kompetensi guru di atas dijabarkan sebagai berikut:
a.    Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan dalam mengelola pembelajaran peserta didik, yang meliputi:
a)      pemahaman peserta didik,
b)      perancang dan pelaksanaan pembelajaran,
c)      evaluasi pembelajaran dan,
d)     pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilikinya.
Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik. Selain itu kemampuan pedagogik juga ditunjukkan dalam membantu, membimbing dan memimpin peserta didik.[3]
Berdasarkan pengertian seperti tersebut di atas maka yang dimaksud dengan pedagogik adalah ilmu tentang pendidikan anak yang ruang lingkupnya terbatas pada interaksi edukatif antara pendidik dengan siswa. Dapat pula diartikan kompetensi pedagaogik adalah sejumlah kemampuan guru yang berkaitan dengan ilmu dan seni mengajar siswa.
Berdasarkan beberapa pengertian seperti di atas dengan kompetensi pedagogik maka guru mempunyai kemampuan-kemampuan sebagai berikut:[4]
a)    Mengaktualisasikan landasan mengajar,
b)   Pemahaman terhadap peserta didik,
c)    Menguasai ilmu mengajar (didaktik metodik),
d)   Menguasai teori motivasi,
e)    Mengenali lingkungan masyarakat,
f)    Menguasai penyusunan kurikulum,
g)   Menguasai teknik penyusunan RPP,
h)   Menguasai pengetahuan evaluasi pembelajaran, dan lain-lain.
Jadi, dari keseluruhan pengertian tadi dapat kami simpulkan bahwa kompetensi pedagogik adalah cara guru dalam mengajar dan mengatur sistem pembelajaran di kelas dengan menjalin interaksi yang baik terhadap peserta didik.
b.   Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari. Dalam hal ini berarti memiliki kepribadian yang pantas diteladani, mampu melaksanakan kepemimpinan seperti yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara, yaitu “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa. Tut Wuri Handayani”. Dengan kompetensi kepribadian maka guru akan menjadi contoh dan teladan, serta membangkitkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, seorang guru dituntut melalui sikap dan perbuatan menjadikan dirinya sebagai panutan dan ikutan orang-orang yang dipimpinnya.
Jadi, kompetensi kepribadian secara ringkas bagi seorang guru ialah sikap dan tingkah laku yang baik, patut untuk diteladani dan menjadi cerminan untuk peserta didik, mampu mengembangkan potensi dalam diri, serta yang paling utama bagi seorang guru yang  berkepribadian yaitu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mematuhi norma agama, hukum dan sosial yang berlaku.
c.    Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik/tenaga kependidikan lain, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.[5] Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada siswa, orang tua, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya. Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya, mengelola dirinya, mengendalikan dirinya, dan menghargai serta mengembangkan dirinya. Tanggung jawab sosial diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan berinteraksi sosial. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma agama dan norma moral.
Dalam pengertian lain, terdapat kriteria lain kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Dalam kompetensi ini seorang guru harus mampu:[6]
1)      Bersikap inklusif, bertindak objektif serta tidak diskriminatif, karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi.
2)      Berkomunikasi secara efektif, simpatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
3)      Beradaptasi di tempat bertugas diseluruh wilayah republik Indonesia.
4)      Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

Jadi, sebagai guru yang baik dan profesional itu tidak hanya mampu berkomunikasi dengan lingkungan kelas dan sekolah tetapi juga bisa berhubungan baik dengan masyarakat sekitar, bisa menjadi sumber ilmu bagi masyarakat dan memberikan kontribusi yang positif
d.   Kompetensi Profesional
Guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Kompetensi di sini meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan profesional, baik yang bersifat pribadi, sosial, maupun akademis. Kompetensi profesional merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang guru. Dalam Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005, pada pasal 28 ayat 3 yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.[7]
Kemampuan dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi. Kompetensi professional guru merupakan kompetensi yang menggambarkan kemampuan khusus yang sadar dan terarah kepada tujuan-tujuan tertentu.[8]
Adapun dalam kompetensi ini seorang guru hendaknya mampu untuk:[9]
a)      Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang ditempuh.
b)      Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang ditempuh.
c)      Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.
d)     Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

Dengan kata lain pengertian guru profesional adalah orang yang punya kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru. Guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih serta punya pengalaman bidang keguruan. Seorang guru profesional dituntut dengan sejumlah persyaratan minimal antara lain; memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai, memiliki kompetensi kemampuan berkomunikasi dengan siswanya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempunyai etos kerja dan komitmen tinggi terhadap profesinya dan selalu melakukan pengembangan diri secara terus-menerus (continous improvement) melalui organisasi profesi, buku, seminar, dan semacamnya.

2.      Kompetensi Peserta Didik
a.    Kompetensi Kognitif
Kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek intelektual atau berpikir/nalar. Di dalamnya mencakup pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), penguraian (analyze), pemaduan (synthesis), dan penilaian (evaluation).[10] Menurut Taksonomi Bloom sebagaimana dikutip Mimin Haryati, kemampuan kognitif adalah kemampuan berfikir secara hirarkis yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.[11]
Pada tingkat pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hapalan saja. Pada tingkat pemahaman peserta didik dituntut untuk menyatakan masalah dengan kata-katanya sendiri, memberi contoh suatu konsep atau prinsip. Pada tingkat aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam situasi yang baru. Pada tingkat analisis, peserta didik diminta untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat serta menemukan hubungan sebab akibat. Pada tingkat sintesis, peserta didik dituntut untuk menghasilkan suatu cerita, komposisi, hipotesis atau teorinya sendiri dan mensintesiskan pengetahuannya. Pada tingkat evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi seperti bukti, sejarah, editorial, teori yang termasuk di dalamnya judgement terhadap hasil analisis untuk membuat kebijakan.[12]
b.   Kompetensi Afektif
Kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Di dalamnya mencakup penerimaan (receiving/attending), sambutan (responding), tata nilai (valuing), pengorganisasian (organization), dan karakterisasi (characterization).[13] Dalam aspek ini peserta didik dinilai sejauh mana ia mampu menginternalisasikan nilai-nilai pembelajaran ke dalam dirinya. Aspek afektif ini erat kaitannya dengan tata nilai dan konsep diri. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, aqidah akhlak merupakan salah satu pelajaran yang tidak terpisahkan dari domain/aspek afektif.
c.    Kompetensi Psikomotorik
Kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkann fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan berfungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari kesiapan (set), peniruan (imitation), membiasakan (habitual), menyesuaikan (adaptation), dan menciptakan (origination).[14] Ketika peserta didik telah memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai mata pelajaran dalam dirinya, maka tahap selanjutnya ialah bagaimana peserta didik mampu mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan atau tindakan.
Pengukuran karakteristik (gerak) dalam ranah psikomotor dilakukan terhadap proses maupun hasil belajar yang berupa tampilan perilaku atau kinerja. Dalam hal ini kita bisa menggunakan kriteria atau prinsip-prinsip : kecermatan, inderawi, kreatif, efektif. Menurut Antony J. Nitko (1994) untuk mengukur gerak motorik ada dua pendekatan:
(1)   Pengamatan dan pengukuran pada saat proses berlangsung;
(2)   Pengamatan dan pengukuran pada hasil dari gerakan motorik. Pendekatan pengukuran proses memerlukan kecermatan dan konsentrasi serta waktu yang relatif lama. Sementara pengukuran dengan pendekatan hasil relatif lebih mudah mengamatinya. Pengukuran karakteristik psikomotor yang baik adalah menggunakan dua pendekatan tersebut.







B.     Kompetensi al-Qur'an Hadits MTs
MTs Kelas VII Semester Ganjil
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur’an
1.1 Menjelaskan makhrijul huruf, alif lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin.
1.2  Membedakan makharijul huruf, alif lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin.
1.3  Mendemonstrasikan alif lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin dalam bacaan Al-Qur’an
MTs Kelas VII Semester Genap
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.    Memahami ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang akhlak terhadap Ibu Bapak dan sesama manusia serta perintah bertaqwa.
1.1     Menjelaskan cara berakhlak kepada Ibu Bapak dan sesama manusia.
1.2     Menunjukkan perilaku berakhlak kepada Ibu Bapak dan sesama manusia.
2.    Memahami ayat Al-Qur’an dan al-Hadits tentang perintah bertaqwa dan berakhlak sesama manusia.
2.1  Menjelaskan perintah bertaqwa dan berakhlak sesama manusia.
2.2  Menunjukkan perilaku bertaqwa dan berakhlak kepada sesama manusia.
3.    Menerapkan ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur’an.
3.1  Menjelaskan pengertian qalqalah dan waqaf.
3.2  Membedakan qalqalah dan waqaf.
3.3  Mendemonstrasikan qalqalah dan waqaf dalam bacaan Al-Qur’an

MTs Kelas VIII Semester Ganjil
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.  Memahami sejarah turunnya Al-Qur’an




 

2.      Memahami arti Hadits dan macam-macamnya.

 


3.      Memahami ayat Al-Qur’an tentang persatuan dan persaudaraan.


 

4.      Memahami Hadits tentang meyakini kebenaran Islam dan istiqomah


5.      Menerapkan ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur”an.
1.1  Menjelaskan Pengertian Al-Qur’an.
1.2  Menjelaskan masa/periode di turunkannya Al-Qur’an.
1.3  Menjelaskan cara turunkannya Al-Qur’an
1.4  Menjelaskan nama-nama Al-Qur’an


2.1  Menjelaskan pengertian Hadits.
2.2  Menjelaskan macam-macam Hadits
2.3  Membedakan Hadits dan macam-macamnya.

3.1  Menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang persatuan dan persaudaraan.
3.2  Menunjukkan sikap persatuan dan persaudaraan

4.1  Menjelaskan Hadits tentang kebenaran Islam dan Istiqomah.
4.2  Menunjukkan sikap meyakinikebenaran Islam dan Istiqomah.
5.1  Menjelaskan hukum bacaan mim sukun, ra dan lam.
5.2  Membedakan hukum bacaan mim sukun, ra dan lam.
5.3  Mendemonstrasikan hukum bacaan mim sukun, ra dan lam.
MTs Kelas VIII, Semester Genap
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami ayat  Al-Qur’an  tentang syetan   sebagai musuh manusia
1.1  Menjelaskan ayat  Al-Qur’an  tentang syetan sebagai musuh  manusia
1.2  Menunjukan sikap menghindari prilaku setan
2.      Memahami ayat Al-Qur’an  tentang berlaku dermawan.
2.1  Menjelaskana ayat Al-Qur’an  tentang   berlaku dermawan.
2.2  Menunjukan sikap berlaku dermawan
3.      Menerapkan ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur’an 


3.1  Menjelaskan  hukum mad
3.2  Membedakan contoh-contoh bacaan mad
3.3  Mempraktekan bacaan mad dalam Al-Qur’an
4.    Mengamalkan hadits tentang cinta kepada Allah dan Rasul.
4.1  Menjelaskan  tentang cinta kepada Allah dan Rasul
4.2  Menunjukan sikap cinta kepada Allah dan Rasul

MTs Kelas IX  Semester Ganjil
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami ayat  Al-Qur’an   tentang semangat keilmuan.
1.1  Menjelaskan ayat Al-Qur’an  tentang semangat keilmuan
1.2  Menunjukan sikap semangat keilmuan
2.      Mengamalkan ayat dan hadits tentang makanan yang halal dan baik.
2.1  Menjelaskan ayat dan hadits tentang makanan yang halal dan baik
2.2  Membiasakan makan makanan yang halal dan baik
3.      Memahami hadits tentang perintah menuntut ilmu dan keutamaan orang  yang berilmu
3.1  Menjelaskan hadits tentang perintah menuntut ilmu.
3.2  Menguasai hadits tentang perintah menuntut ilmu secara lisan dan tertulis.
3.3  Menunjukan perilaku gemar belajar
MTs Kelas IX Semester Genap
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami ayat Al-Qur’an  tentang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan.


 

2.      Memahami ayat Al-Qur’an  tentang sikap konsekuen  dan jujur.

 

3.      Mengamalkan hadits tentang taat kepada Allah, Rasul dan Pemerintah
1.1     Menjelaskan ayat  Al-Qur’an  tentang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan.
1.2     Menunjukan sikap sabar dan tabah menghadapi cobaan


2.1  Menjelaskan ayat  Al-Qur’an  tentang sikap konsekuen dan jujur
2.2  Menunjukan sikap konsekuen dan jujur.

3.1     Menjelaskan hadits tentang taat kepada Allah, Rasul dan Pemerintah.
3.2     Menunjukan sikap taat kepada Allah, Rasul dan Pemerintah.


C.    Kompetensi al-Qur’an Hadits MA
MA Kelas X Semester Ganjil
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami pengertian al-Qur’an dan bukti keotentikannya




1.1  Menjelaskan pengertian al-Qur’an menurut para ahli
1.2   Membuktikan keotentikan al-Qur’an ditinjau dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya, dan sejarahnya.
1.3  Menunjukkan prilaku orang yang meyakini kebenaran al-Qur’an
2.      Memahami isi pokok ajaran al-Qur’an

2.1  Mengidentifikasi isi pokok ajaran al-Qur’an
2.2  Menunjukkan ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an
2.3  Menjelaskan kandungan ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an
2.4   Menerapkan kandungan ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an
3.      Memahami fungsi al-Qur’an dalam kehidupan
3.1  Mendeskripsikan fungsi al-Qur’an
3.2  Menunjukkan  perilaku orang yang menfungsikan al-Qur’an
3.3  Menerapkan fungsi al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari
4.      Memahami cara-cara mencari surat dan ayat dalam al-Qur’an
4.1  Menunjukkan kitab-kitab yang berhubungan dengan cara-cara mencari surat dan ayat dalam al-Qur’an
4.2  Menerapkan cara-cara mencari surat dan ayat dalam al-Qur’an
5.      Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi
5.1  Mengartikan QS al-Mu’minuun:12-14; QS al-Nahl:78; QS al-Baqarah:30 dan QS adz-Dzaariyat: 56
5.2   Menjelaskan kandungan QS al-Mu’minuun:12-14; QS al-Nahl:78; QS al-Baqarah:30 dan QS adz-Dzaariyat: 56
5.3  Menerapkan perilaku sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS al-Mu’minuun:12-14; QS an-Nahl:78; QSal-Baqarah:30 dan QS adz-Dzaariyat: 56
MA Kelas X Semester Genap
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami istilah-istilah Hadits







1.1  Mendefinisikan pengertian hadits, sunnah, khabar, atsar dan hadits qudsi.
1.2  Membandingkan pengertian hadits, sunnah, khabar, atsar dan hadis qudsi
1.3  Menerapkan pengertian hadis, sunnah (sunnah qauliyah, sunnah fi’liyah dan sunnah taqririyah), khabar, atsar dan hadis qudsi

2.      Memahami sanad dan matan Hadits


2.1  Menjelaskan pengertian sanad dan matan.
2.2  Menerapkan pengertian sanad dan matan dalam Hadits.

3.      Mendeskripsikan fungsi hadis terhadap al-Qur’an





3.1  Menjelaskan fungsi hadis terhadap al-Qur’an
3.2  Menunjukkan contoh fungsi hadis terhadap al-Qur’an.
3.3  Menerapkan fungsi hadis terhadap al-Qur’an.

4.      Memahami pembagian hadis dari segi kuantitas dan kualitasnya.


4.1  Menjelaskan pembagian hadis dari segi kuantitasnya.
4.2  Menjelaskan pembagian hadis dari segi kualitasnya

5.      Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah





5.1  Mengartikan QS al-An’aam: 162-163; QS al-Bayyinah: 5 dan hadis tentang keikhlasan dalam beribadah
5.2  Menjelaskan kandungan QS al-An’aam: 162-163; QS al-Bayyinah: 5 dan hadis tentang keikhlasan dalam beribadah

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.    Kompetensi Guru antara lain Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial. Sedangkan kompetensi peserta didik meliputi kompetensi kognitif, kompetensi afektif, kompetensi psikomotorik.
2.    Standar kompetensi al-Qur'an Hadits MTs salah satunya ialah menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam bacaan Al-Qur’an antara lain; Menjelaskan makhrijul huruf, alif lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin; Membedakan makharijul huruf, alif lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin;Mendemonstrasikan alif lam syamsiyah dan qomariyah, nun sukun dan tanwin dalam bacaan Al-Qur’an
3.    Standar kompetensi al-Qur’an Hadits MA salah satunya ialah memahami pengertian al-Qur’an dan bukti keotentikannya antara lain; menjelaskan pengertian al-Qur’an menurut para ahli; membuktikan keotentikan al-Qur’an ditinjau dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya, dan sejarahnya; menunjukkan prilaku orang yang meyakini kebenaran al-Qur’an

B.     Saran
1.    Bagi peserta didik seyogyanya mampu mengembangkan ilmu yang telah dimiliki dengan baik dan mengamalkanya dalam kehidupan sehari hari.
2.    Bagi pendidik seharusnya mampu mengajarkan tentang bab yang dibahas dalam makalah ini kepada peserta didik agar mereka bisa memahami tentang standar kompentensi al-qur'an hadits yang harus dimiliki peserta didik
3.    Bagi pembaca hendaknya mampu memahami isi makalah ini supaya dapat bermanfaat dalam masyarakat.


DAFTAR RUJUKAN

Haryati, Mimin. Model Dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009.
Hawi, Akmal. Kompetensi Guru PAI, Palembang: Rafah Press, 2010.
Muchlis Solichin, Mohammad. Psikologi Belajar: Aplikasi Teori-Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran, Yogyakarta: Suka Press, 2012.
Mulyasa, E. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.
Muslich, Masnur. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual: Panduan Bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Wahyudi, Imam. Panduan Lengkap Uji Sertifikasi Guru, Jakarta: PT Prestasi Pustakatya, 2012.

SUMBER INTERNET :


[1] Akmal hawi, Kompetensi Guru PAI, Palembang: Rafah Press, 2010, hlm. 4.
[2] Imam Wahyudi, Panduan Lengkap Uji Sertifikasi Guru, Jakarta: PT Prestasi Pustakatya, 2012, hlm. 18.
[3] Ibid,. hlm. 22.
[4] E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007, hlm. 75.
[5] Imam Wahyudi, Panduan Lengkap Uji Sertifikasi Guru,… hlm. 17-18.
[6] Ibid… hlm. 25.
[8] Ibid,.. hlm. 23.
[9] Ibid,.. hlm. 24.
[10] Mohammad Muchlis Solichin. Psikologi Belajar: Aplikasi Teori-Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran, Yogyakarta: Suka Press, 2012, hlm. 86-87.
[11] Ibid,.. hlm. 87.
[12] Mimin Haryati. Model Dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009, hlm. 33.
[13] Mohammad Muchlis Solichin. Psikologi Belajar: Aplikasi Teori-Teori Belajar Dalam Proses Pembelajaran,… 2012, hlm. 87.
[14] Ibid.

Tidak ada komentar: